Gejala Kanker Serviks Yang Perlu Diwaspadai

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang kaum hawa. Kanker jenis ini terjadi pada leher atau mulut rahim yang terhubung dengan vagina. Penyebabnya sebagian besar adalah karena adanya virus Human papilloma virus (HPV) yang dapat menyebar melalui hubungan seksual di mana akan terjadi kontak langsung dengan membran mukosa, kontak antara kulit kelamin, juga melalui pertukaran cairan tubuh.

Mekanisme virus HPV dalam menyebabkan kanker serviks adalah dengan menginfeksi sel sehat pada dinding rahim sehingga dinding rahim tersebut akan mengalami perubahan genetik dan berubah menjadi sel yang abnormal. Lama kelamaan, sel sehat di dinding rahim mengalami kematian dan tergantikan oleh sel abnormal yang nantinya akan tumbuh tak terkendali. Sel abnormal yang terus tumbuh nantinya akan membentuk suatu massa besar yang biasa disebut dengan tumor.

Meski ditubuh seorang wanita terdapat virus HPV, namun tidak mesti virus tersebut mengembangkan kanker serviks. Infeksi dari virus ini sebenarnya dapat menghilang dengan sendiri, tetapi ada faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangannya seperti gaya hidup. Apabila seorang wanita sudah terjangkit virus ini kemudian didukung dengan gaya hidup yang buruk maka tak akan menutup kemungkinan bahwa wanita tersebut bisa menderita kanker serviks gejala awal.

5 Ciri Kanker Serviks Yang Harus Diwaspadai

  • Keputihan yang tidak normal

Pada dasarnya keputihan merupakan hal normal yang sering dialami oleh kebanyakan wanita, namun akan menjadi tak normal pada kondisi kesehatan tertentu. Keputihan yang tak normal ini biasanya merupakan indikasi gangguan kesehatan. Misalnya jika cairan keputihan memiliki bau yang menyengat dan berbeda dari biasanya, maka hal ini menunjukkan bahwa keputihan yang dialami tidak normal. Selain itu, keputihan yang berair dan bercampur darah, bau busuk dan warnanya jernih atau kecokelatan juga bisa menjadi ciri terjadinya kanker serviks. Lakukanlah pemeriksaan dan konsultasi jika hal tersebut terjadi karena tak semua keputihan yang tak normal adalah ciri kanker serviks.

  • Keluar darah dari vagina

Jika Anda tidak sedang dalam masa menstruasi tetapi vagina Anda mengeluarkan darah atau bercak darah, maka hal tersebut dapat menjadi ciri kanker serviks. Biasanya pendarahan ini terjadi setelah Anda melakukan hubungan seksual. Tak hanya itu, jumlah darah yang dikeluarkan saat menstruasi terlalu banyak atau tak seperti biasanya maka hal tersebut juga dapat menunjukkan ciri awal kanker serviks atau kondisi serius lainnya.

  • Sakit pada bagian panggul

Meski terdengar seperti hal biasa, namun jangan pernah remehkan sakit panggul yang Anda alami. Nyeri atau sakit didaerah panggul saat masuk periode menstruasi mungkin biasa, namun jika sakitnya saat Anda tengah melakukan hubungan seks maka sakit tersebut tidak normal dan dapat memungkinkan bahwa hal tersebut adalah ciri kanker serviks.

  • Jadwal BAB berubah

Perubahan jadwal BAB mungkin saja menandakan jika Anda mengalami kanker serviks. Pasalnya, jika benjolan atau tumor berukuran cukup besar maka dapat menekan usus dan mengakibatkan Anda akan mengalami kesulitan saat BAB. Namun jangan dulu cemas berlebihan karena kesulitan saat BAB bukan saja disebabkan oleh adanya kanker serviks, tetapi dapat juga karena kondisi lainnya.

  • Kelelahan yang berlebihan

Kelelahan yang berlebihan terjadi akibat sel-sel kanker yang mulai tumbuh perlahan mengambil energi serta cadangan makanan dari tubuh Anda. Jika terjadi terus menerus, pada akhirnya akan membuat Anda kekurangan makanan dan cepat lelah. Apabila gejala ini tak segera hilang, maka langkah terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan memeriksakannya ke dokter.

Sejauh ini belum ditemukan cara untuk mencegah kanker serviks secara sempurna, namun ada beberapa cara untuk mengurangi resiko terkena kanker serviks. Cara-cara tersebut akan dijelaskan seperti di bawah ini.

Pencegahan Kanker Serviks

  • Skrinning Serviks atau Pap Smear

Gejala kanker serviks stadium awal dapat terdeteksi dengan mengamati apakah terdapat sel yang abnormal di dalam leher rahim. Pap Smear merupakan pilihan terbaik untuk mengidentifikasi perubahan sel-sel leher tahap awal. Dengan melakukan deteksi dan menghilangkan sel serviks yang abnormal, maka kanker serviks dapat dicegah.

Selain Pap Smear, pemeriksaan HPV atau HPV DNA Test juga disarankan untuk mengetahui ada tidaknya virus HPV yang memungkinkan untuk berkembang dan mengakibatkan kanker serviks.

  • Melakukan seks aman

Hindarilah bergonta-ganti pasangan dan melakukan hubungan seks di usia dini. Penggunaan kondom dapat membantu mengurangi resiko penyebaran virus HPV. Karena pada dasarnya penyebaran utama virus tersebut adalah dari kegiatan seksual.

  • Vaksinasi kanker serviks

Vaksin HPV dapat mengurangi resiko kanker, namun tidak menjamin Anda tidak akan terkena kanker serviks. Dengan demikian tetap perlu dilakukan pap smear untuk mendeteksi kanker serviks. Vaksin ini lebih baik diberi saat perempuan menginjak usia 12-13 tahun dan diulangi setiap 6 bulan sebanyak 3 kali pemberian.

Nah, demikian beberapa informasi mengenai kanker serviks, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi Anda semua.

error: Content is protected !!